Joint Strike Fighter adalah sebuah program pembangunan jet tempur yang didanai oleh negara-negara besar seperti Inggris, Amerika Serikat, Turki dan Italia.
Proyek Besar Negara Blok Barat
Program ini sendiri telah menghabiskan banyak dana dan anggaran pemerintah USA sejak tahun 1980. Hasil buah manisnya dimanifestasikan dalam wujud pesawat jet multi peran F-35, itupun dengan masih banyaknya kekurangan disana-sini, cacat pada mesin serta desain, juga kekurangan pada spesifikasi pesawat yang hanya mampu mencapai kecepatan 1,5 kecepatan suara (jauh lebih lambat daripada pendahulunya F-22 yang bisa mencapai 2,2 Mach).
Negara lain yang juga tergabung dalam pengembangan jet yang diharapkan menjadi primadona Amerika beserta sekutunya, antara lain Norwegia, Denmark, Belanda, Australia serta Kanada. Namun usut punya usut Turki telah dikeluarkan dari kesepakatan kerja sama karena terlibat hubungan perdagangan senjata dengan Russia yang notabenenya adalah saingan USA.
Mega proyek ini dinaungi oleh perusahaan militer raksasa Lockheed Martin yang memenangkan tender untuk pengadaan jet tempur generasi 5 bagi angkatan tempur Amerika Serikat, baik itu matra darat (US Army), matra laut (US Navy) dan matra udara (US Air Force). Awalnya ada banyak perusahaan kelas dunia yang terlibat dalam pengajuan proposal desain awal untuk jet JSF ini, antara lain dari Northrop grumman, Boeing dan McDonnell Douglas. Namun desain yang diterima hanya milik Boeing dan Lockheed Martin, serta yang keluar sebagai pemenang juga prototype X-35 (nantinya diubah nama menjadi F-35) milik LM.
Dana yang dikeluarkan awalnya direncanakan hanya berkisar pada US$ 150 juta, namun pada akhirnya sampai akhir tahun 2019 anggaran terus membengkak sampai US$ 400 juta, itu semua karena teknologi mutakhir dan kemampuan siluman yang dimilikinya, yang pada akhirnya juga ditanggapi sebagai sebuah kemubaziran uang oleh beberapa petinggi militer di Amerika Serikat.
Baca Juga : Apa Itu Sih Make Money Online?
Bagaimana menurut kamu? Apakah proyek Joint Strike Fighter ini akan menjadi prestasi cemerlang bagi blok barat atau malah kegagalan dengan kerugian terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat!

Post a Comment
Post a Comment