Alasan Proof of Work Sudah Ngak Jaman

Benarkah Proof of Work pada blockchain bitcoin sudah tidak lagi relevan? Apa hal yang melatarbelakangi pertanyaan ini, dan seberapa serius permasalahannya? Mari kita bahas satu per satu poinnya di bawah ini.

Sumber ilustrasi : Pixabay.id

Pengantar PoW

Sebelum memasuki pokok pembahasan, alangkah baiknya kita mengulangi pembahasan arti dari PoW sejenak. Proof of work intinya adalah metode yang dilakukan untuk memvalidasi transaksi yang ada di jaringan blockchain dianggap sah, umumnya adalah bitcoin. 

Proof of Work memerlukan peran dari pihak lain yang rela menjadikan perangkat komputernya (Node) sebagai validator yang memecahkan kode-kode kriptografi. Nahh di bagian " ..rela menjadikan perangkat komputernya " inilah masalahnya bermula.


Masalah Terbesar Metode Proof of Work

Masalah yang dihadapi ekosistem cryptocurrency di blockchain yang memakai metode Proof of Work ialah mengenai konsumsi listrik pada perangkat komputer. Seiring pertumbuhan data pada blockchain yang semakin membesar, membuat perangkat CPU/GPU membutuhkan lebih banyak energi untuk memvalidasi transaksi. 

Belum lagi semakin beratnya proses yang akan mengakibatkan penurunan kinerja/penyusutan spesifikasi hardware, karena perangkat dipakai 100% hidup untuk terus melakukan mining.

Hal ini menjadi perhatian bagi para aktivis dunia dan pemerhati lingkungan, dimana sumber daya listrik yang digunakan untuk menambang crypto di blockchain telah mengakibatkan pencemaran lingkungan secara tidak langsung. 

Kita semua bisa ketahui sendirilah jika program energi ramah lingkungan sedang gencar-gencarnya dilakukan negara maju dan masif digalakkan secara global. Tentunya ini bisa menjadi celah alasan mereka untuk menolak cryptocurrency dan blockchain secara umum. 

Alternatif yang bisa diusahakan adalah mencari metode mining yang lebih ramah lingkungan, hemat listrik. Beralih ke crypto yang lebih mudah ditambang juga menjadi solusi, dimana komputer/perangkat mining tidak harus bekerja terlalu keras memecahkan kode-kode rumit kriptografi (hashing), contohnya seperti pada Dogecoin yang algoritmanya scrypt bukan SHA-256 milik Bitcoin. 

Atau seperti yang sedang heboh belakangan ini yaitu konsensus Proof of Stake milik Binance ataupun yang sedang dikembangkan Ethereum-2.

Adakah Harapan untuk Proof of Work?

Sudah tidak ada harapan lagi bagi Proof of Work, setidaknya pada blockchain Bitcoin dengan algoritma SHA-256, jikapun ada maka itu sangatlah kecil persentasenya, dan tidak setimpal dengan daya energi yang dikeluarkan. 

Menjadikan Proof of Work sebagai konsensus/kesepakatan validasi transaksi sudah ketinggalan zaman. Hal ini juga relevan dengan kebiasaan peradaban manusia yang selalu mencari cara paling efisien dan efektif untuk segala hal yang berhubungan dengan kehidupannya.

Proof of Work tetaplah sesuatu yang cerdas dan brilian, hanya saja masalahnya di masa kita sekarang terletak pada efisiensi penggunaan daya energinya yang terlalu boros, menghabis-habiskan hal yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan dan tidak balik modal. 

Kecuali, jika sebagian besar pemegang coin yang melakukan voting sepakat untuk mengambil keputusan perubahan aturan konsensus.

Bagaimana Masa Depan Blockchain tanpa Proof of Work?

Kandidat pengganti paling kuat konsensus PoW ini adalah Proof of Stake (PoS). Dengan mendepositkan sejumlah besar coin di dalam blockchain maka anda telah berperan sebagai miner/validator sama halnya seperti di konsensus PoW, hanya saja anda tidak butuh perangkat komputer, CPU, GPU, listrik yang menyala 24 jam, pokoknya Proof of Stake ini jauh berbeda dengan mining Bitcoin.

Mau dibilang PoS ini seperti deposito di Bank, dan mendapatkan imbal hasil berupa bunga karena telah sepakat menyimpan sejumlah uang dalam masa waktu tertentu juga ada miripnya, namun sebenarnya dasar sistemnya berbeda. Coin yang anda endapkan/simpan di dalam jaringan tidak dipinjamkan ke pihak lain seperti menyimpan uang atau deposito di Bank, tidak! 

Saat anda staking (melakukan stake coin), maka coin yang anda miliki akan di kunci pada jaringan, untuk diberi peluang menjadi node yang akan menciptakan blok baru. Jika node pada PoW ditugaskan untuk menambang dari blok, maka PoS adalah membuat blok baru sebagai validasi transaksi. 

Dan jika PoW mendapatkan reward coin saat miner berhasil memvalidasi transaksi blok, maka PoS mendapatkan imbal hasil dari fee transaksi blockchain, transaksi akan terus ada selama blockchain berdiri bukan?

Baca Juga : Apa itu sih Make Money Online?

Inilah yang menyebabkan teknologi blockchain lebih ramah lingkungan di masa depan, serta hemat energi listrik. Semoga artikel di atas bisa menjelaskan permasalahan yang sedang terjadi di dunia cryptocurrency dan blockchain secara luas.

Nafisathallah
Seseorang yang mengagumi ilmu pengetahuan.

Related Posts

Post a Comment