Perbedaan Ringkas Token dan Koin Dalam Cryptocurrency!

Masih tidak jauh-jauh dari topik cryptocurrency sobat Cari Duit! Kali ini kita akan membahas penjelasan ringkas mengenai perbedaan antara Token dan Koin, dijamin langsung mengerti dengan kalimat yang mudah dipahami!


Cara Gampang Membedakan Koin dengan Token

Perbedaan dari keduanya dapat secara sederhana ditemukan dari konsep dasarnya, yakni jika koin berdiri diatas blockchainnya sendiri sedangkan token meminjam blockchain milik pihak lain.

Contoh koin adalah Bitcoin, Dogecoin, Ethereum sedangkan contoh token seperti Compound, Synthetix dan AAVE yang menggunakan blockchain Ethereum sebagai hostingnya sehingga disebut dengan token ERC-20.

Jika kita sudah mengetahui prinsip dasarnya, maka akan lebih mudah memahami perbedaan selanjutnya yakni koin itu bisa ditambang karena sifatnya yang terdesentralisasi, sedangkan token diterbitkan/diluncurkan pada suatu ekosistem aplikasi yang terdesentralisasi, sehingga suplainya sudah dibatasi oleh pihak pengembang yang mencetaknya. Dan satu-satunya cara agar kita bisa memperoleh token adalah dengan membelinya dari exchange/bursa atau langsung dari pihak pengembangnya saat ada event Airdrop (bagi-bagi token gratis).

Lalu, dari segi kegunaan juga! Koin berguna sebagai aset digital yang bertujuan melakukan transaksi secara cepat, aman dan peer-to-peer, Token berguna sebagai penunjuk keberhakan seseorang atas suatu fitur, produk, barang atau jasa dari suatu proyek perusahaan yang menerbitkannya, namun kedua-duanya tetap bisa dijadikan instrumen investasi tergantung seberapa luas jangkauan dapat diterimanya/seberapa berharga suatu komunitas menilainya. Jadi fokus utama koin adalah alat transaksi yang disepakati, sedangkan token adalah hak untuk menerima sesuatu yang dijanjikan pencetaknya.

Apakah token bisa diperjualbelikan di exchange? Tentu bisa, dan apakah Token juga bisa menjadi instrumen alat tukar sama halnya seperti koin? Itu tergantung kesepakatan kedua belah pihak yang terlibat transaksi, karena sifatnya peer-to-peer, dan token mendukung proses kirim-mengirim antar wallet seperti token ERC-20 yang tentunya membutuhkan koin  Ethereum sebagai gas fee-nya.

Jadi, kesimpulan yang bisa kita ambil dari pembahasan panjang lebar diatas adalah, perbedaan token dan koin meliputi!

Ciri-Ciri Token :

  1. Tidak bisa ditambang, didapatkan dengan cara dibeli atau airdrop (biasanya saat launching ke publik pertama kali bakalan ada pembagian token gratis)
  2. Tidak memiliki blockchain sendiri, sehingga harus menumpang di jaringan lain (hal ini jugalah yang membuatnya tidak bisa ditambang)
  3. Fokus kegunaannya bukan sebagai alat transaksi (walaupu bisa juga), namun pada keberhakan penggunaan fitur, barang atau jasa di suatu proyek.

Ciri-Ciri Koin :

  1. Bisa ditambang, karena memiliki miner dan nodes yang ingin mendapatkan imbalan dari memverifikasi transaksi pada blockchain
  2. Memiliki blockchain sendiri (mandiri)
  3. Fokus awal penciptaannya adalah untuk alat transaksi yang cepat dan aman
Sekian inilah penjelasan saya mengenai apa itu perbedaan token dan koin dalam bidang cryptocurrency. Semoga dapat membantu saudara sekalian. Saya terbuka atas kritik dan saran, jika ada sanggahan silahkan tulis di kolom komentar dibawah.
Nafisathallah
Seseorang yang mengagumi ilmu pengetahuan.

Related Posts

Post a Comment