Penjelasan lengkap seputar serial Fate Stay Night maupun Franchise Fate yang lain akan menjadi topik pembahasan artikel Blog Cari Duit kali ini!
Dan sekarang TYPE-MOON telah menjadi perusahaan raksasa dengan laba milyaran yen per bulannya. Nama-nama besar dibelakangnyapun tidak luput kita sebutkan di artikel ini, mulai dari Kinoko Nasu (The original story author/pengarang asli dari semua cerita Fate), Takashi Takeuchi (ilustrator Saber), Koyama Hirokazu (ilustrator Scathach).
TYPE-MOON sendiri sebenarnya bukanlah nama perusahaan resmi mereka, itu hanyalah nama merek, badan usaha resmi mereka adalah Notes Co., Ltd. Namun itu diberikan atas bentuk penghargaan kepada nama grup doujin circle mereka merintis karya-karya awal doujinshinya.
Anda tahu kan apa itu doujinshi? Tidak, tidak, bukan gambar mesum atau semacam hentai, telah terjadi penyelewengan makna disini, akan saya jelaskan secara singkat jika karya doujin adalah karya yang diterbitkan oleh suatu individu/sekelompok orang secara mandiri, semuanya serba dikerjakan independen tanpa bantuan penerbit, bisa dibilang doujin itu sama dengan indie (cuman beda istilah dan bahasa saja).
Dan agak kurang tepat jika mengatakan karya doujin adalah turunan dari karya lainnya yang tidak resmi/buatan fan (fanmade work), karena doujin juga ada yang orisinal bukan fanfic dari karya orang lain entah itu anime maupun manga. Walau kita tidak menutup mata bahwa sebagian besar doujinshi itu fanmade karya lainnya yang sudah terkenal, namun yang ingin saya tekankan disini adalah definisi kedua istilah tersebut secara esensi berbeda.
Usut punya usut (sekedar trivia), jika karya pertama TYPE-MOON bukanlah Fate/Stay Night dan bukan pula Fate series yang lainnya, melainkan diluar dari franchise Fate yakni Tsukihime. Penjualan game visual novel Tsukihime di akhir tahun 2000 juga dilaksanakan secara indie, karena saat itu mereka hanyalah sekelompok orang yang tergabung dalam suatu doujin circle.
Oke balik lagi ke topik utama seputar Fate series, nampaknya sudah cukuplah informasi dan fakta menarik seputar dalang dibaliknya. Untuk memahami Fate secara menyuluruh, pastikan anda mengetahui tiga poin utama dari suatu karya yang disebut Fate franchise, bukan hanya harus menandatangani kontrak dengan Type-Moon, namun suatu karya setidaknya harus memenuhi tiga kriteria wajib agar suatu karya tersebut layak secara kandungan dapat disebut sebagai Fate series. Yakni tiga hal yang harus ada Holy Grail, Master dan Servant.
Esensi Dasar Fate Series
Fate itu tidak akan dianggap sebagai 'Fate' jika tidak terkandung minimal tiga unsur tadi! Ini bukanlah pernyataan tertulis dari pihak TYPE-MOON sendiri namun ini telah menjadi kebudayaan pada waralabanya sendiri, sejauh ini tidak ada satupun karya Fate baik resmi (canon dan terlisensi) maupun yang fanwork (fanon dan doujinshi). Tidak ada satupun author fanfic yang berani menyatakan karyanya bagian dari Fate tanpa memasukkan tiga unsur diatas, dan ini telah menjadi semacam pengakuan bersama secara tidak sadar oleh semua penggemar. Fate itu unsur yang terkenalnya ya kalau tidak Holy Grail pasti Servant atau Master.
Bahkan tanpa harus mengikuti konsep perang dan ritual yang ada di Fate/Stay Night, karya serial Fate yang paling klasik dan pioneer, selama suatu karya memenuhi tiga kriteria diatas maka ia layak mendapat pengakuan sebagai Fate Series. Fate Requiem saja tidak ada ritual Holy Grail War namun masih masuk ke dalam Franchise karena di dalam karyanya ada Holy Grail, Servant dan Master.
Kalau mau lebih dikecilkan lagi menjadi satu unsur saja, Fate itu wajib memiliki Holy Grail sebagai pusat cerita. Karena dengan adanya ritual Holy Grail-lah semua cerita Fate bermula.
Ini saya buat begini agar lebih mudah memahaminy sama dengan analogi seperti Pancasila, Trisila dan Ekasila. Secara garis yang lebih besar lagi, lima unsur tersebut mencakup Mage, Command Spell, Servant, Master dan Holy Grail.
Jadi sampai sini paham kan bagaimana cara memilah-milah mana karya Nasu yang Fate dan mana yang bukan. Fate/Extra, Fate/Apochrypa, Fate/Prototype, Fate/Strange Fake, Fate/Requiem, Fate/Grand Order, Fate/Extella, Fate/Zero, Fate/Kaleid, Fate Unlimited Codes, Fate/Type-Redline, Fate/Tiger Colosseum dan Carnival Phantasm itu semuanya Fate series, masuk dalam Franchise-nya. Sedangkan karya Nasu non-Fate mulai dari Tsukihime, Notes, Kara no Kyoukai, Canaan dan Melty Blood (sebenarnya ada lebih banyak lagi sihh) itu semua bukanlah Fate (yaelah, dari namanya aja udah keliatan banget itu bukan fate :| )
Fate/Stay Night Sebagai Permulaan Seri Fate
Pertama kali dirilis ke publik sebagai eroge visual novel (game +18) pada awal tahun 2004 melalui perantara Comiket (event pameran doujinshi dan karya self published terbesar di Jepang), Fate/Stay Night berhasil menaikkan popularitas Type-Moon karena penjualannya yang sukses, di hari pertama rilisnya saja 140,000 kopi game berhasil terjual. Dan dari Fate inilah TYPE-MOON berani mengajukan diri menjadi sebuah perusahaan komersil sepenuhnya, dari yang sebelumnya hanya grup perkumpulan pembuat game dan karya indie, tidak memiliki badan usaha resmi.
Sebagai visual novel yang memfokuskan pada teks dan cerita, Fate/Stay Night bukan hanya terdiri dari seonggok ribuan kalimat tak bermakna, namun berisi kalimat yang saling tersusun dengan pas, keindahan sastra dan gaya kepenulisan Nasu yang membuatnya menjadi sebuah mahakarya.
Makanya dalam komunitas Fate sendiri, sering diutarakan guyonan " Jika ingin mengetahui Fate secara mendalam, bacalah Visual Novelnya." Read the f*cking visual novel! *secara teknis ngak salah juga sihh.. soalnya isi VN-nya erotis penuh dengan adegan panas, ya tahu sendirilah eroge seperti apa. Namun kita kesampingkan adegan esek-eseknya, maka terlahirlah Fate/Stay Night Realta Nua (Remake 2015), itupun tetap menjadi sebuah masterpiece.
Game visual novel Fate/Stay Night sendiri memiliki tiga rute (yang membedakan heroine mana yang akan bersama MC/Emiya Shirou), yakni Fate rute, Unlimited Blade Works, dan Heaven's Feel. Yang ketiga-tiganya sudah diadaptasikan kedalam bentuk animasi baik itu format series maupun movie. Makanya jangan heran kalau misalnya Fate itu banyak jenisnya, lahh wong yang klasik aja kebagi 3 cabang dan semua itu canon, hanya saja beda timeline. Konsep cerita seperti ini memungkinkan penonton untuk mengambil lebih banyak sudut pandang dan penceritaan setiap karakter di masing-masing rutenya. Jangan pula kalian berdebat mana rute yang sebenarnya, karena ketiga-tiganya adalah canon, jangan pula kalian berantem mempermasalahkan siapa best girl di Fate, mau Saber, mau Rin, mau Sakura itu semua tergantung selera (kalo saya mah Scathach, xixixi).
Penulis Cerita Fate
Yang nulis ceritanya aja bingung, apalagi yang baca! Para penulis karya-karya Fate bukan orang sembarangan, setidaknya seorang yang ahli dan disegani dalam dunia tulis menulis.
Kinoko Nasu
Awal mula dari semuanya, sumber dari segala macam Fate, bisa dibilang tuhannya alam semesta Fate, semua cerita bersumber pada individu. Tidak ada yang tahu rupa mukanya sampai hari ini, bahkan untuk sekedar mengetahui gendernya saja tidak ada informasi yang tersedia apakah dia cewek atau cowok. Karya-karyanya meliputi Fate/Stay Night, Kagetsu Tohya, Fate/Hollow Ataraxia, Tsukihime, Kara no Kyoukai, Singularity Camelot & Babylonia di FGO, serta Lostbelt 6. Karya lainnya diluar Nasuverse adalah Canaan, dan DDD.
Gen Urobuchi
Seorang penulis dengan kebiasaan untuk menyiksa karakternya, sehingga mendapatkan julukan di dunia sastra sebagai Gen Urobutcher. Dia suka menulis cerita yang dark, gore yang berakhir tragedi. Contoh karyanya adalah Lostbelt 3, Fate/Zero, Puella Magi Madoka Magica, Psycho Pass.
Hiroshi Hiroyama
Mangaka sekaligus pengarang dari salah satu seri Fate yang sangat terkenal akan keimutannya, siapa lagi kalau bukan Fate/Kaleid Liner ILLYA PRISMA. Karya non-nasuverse antara lain Imokami-sama. Dia pernah bekerja menjadi seorang Doujin artist dengan nama pena KALMIA. Awalnya Fate/Kaleid hanyalah sebuah doujin, yang kemudian diangkat menjadi canon oleh TYPE/MOON.
Yuichirou Higashide
Hikaru Sakurai
Ryohgo Narita
Meteo Hoshizora
Keikenchi
Sanda Makoto
Budaya Daur Ulang Karakter
Kebiasaan TYPE-MOON adalah mereka sering melakukan pengulangan desain karakter pada setiap karyanya, alih-alih menciptakan karakter baru kenapa tidak kita pakai saja karakter lama dari karya-karya kita sebelumnya untuk desainnya, daripada harus capek-capek memikirkan karakter baru, buat saja alur cerita yang memungkinkan untuk memuluskan karakter baru stok lama tersebut. Entah karena memang disengaja atau juga pengaruh dari artstyle Takeuchi, semua karakter yang digambarnya memiliki atribut Saberfaces!
Saberfaces sendiri adalah sebuah istilah bagi karakter yang memiliki keserupaan baik desain maupun bentuk wajah suatu karakter yang mirip dengan Saber (Artoria Pendragon) yang biasanya digambar oleh Takashi Takeuchi.
Sebenarnya penggunaan karakter baru stok lama dipelbagai karya Nasu juga untuk memperkuat hubungan antar karyanya, sehingga penggemarnya tidak hanya membaca di satu karyanya melainkan semua karyanya yang masih terhubung dala satu konsep multiverse yang sama yakni Nasuverse.
Nasuverse sendiri adalah istilah yang dibuat fans, untuk menyatakan latar tempat karya fiksi yang dibuat Nasu Kinoko berada. Sederhananya, itu adalah sebuah dunia dimana Fate/Stay Night berlangsung. Namun, tidak hanya Fate/Stay Night, tetapi juga Tsukihime, Melty Blood, Kara no Kyoukai dan Mahou Tsukai no Yoru terpisah di beberapa universe yang berbeda namun dengannya sehingga memungkinkan kemiripan karakter yang satu dengan yang lain. Seperti kejadian Fate/Stay Night Heaven's Feel dimana Sakura dan Rin meminta pertolongan Touko Aozaki, bukanlah karakter yang sama dengan yang ada di Kara no Kyoukai.
Jadi seperti itu dia tadi, jika anda suka Fate series dan mendalaminya, maka anda juga akan tertarik untuk menonton dan mengetahui karya-karya Nasu yang lainnya seperti Kara no Kyoukai dan Tsukihime karena mereka saling terhubung. Ini juga yang dilakukan banyak series-series ternama seperti Marvel Cinematic Universe dan DC.
Substansi dari Cawan Suci (Holy Grail)
Cerita yang coba ditawarkan dalam setiap seri Fate sangat beragam, walau biasanya tetap pada satu landasan sama yang ingin menyampaikan pesan yang sejalan, yakni tentang Cawan Suci sebuah konsepsi perangkat maha kuasa yang dapat mengabulkan semua keinginan bagi siapapun yang terpilih.
Inti dari karya-karya di Fate adalah tentang perjuangan orang-orang untuk mewujudkan keinginannya, kepercayaannya, impiannya dengan sebuah harapan kepada Holy Grail yang diyakini sebagai ritual sihir yang dapat mengabulkan segala permohonan.
Dan bagaimana dengan sadisnya Grail itu sendiri mengkhianati para peserta ritualnya, kasus ini terjadi pada Fate/Zero.
Sebenarnya apa sih itu Holy Grail? Dan bagaimana perannya dalam cerita Fate?
Kalau di dunia nyata (universe kita saat ini) Holy Grail berasal dari ajaran kristiani, adalah sebuah cawan/gelas minum yang digunakan Jesus pada perjamuan terakhir (The Last Supper), yang mana saat Jesus melakukan transubtansi gelas itu menampung darah Jesus (anggur). Holy Grail adalah barang yang disakralkan oleh pemeluk agama kristen dan bisa dibilang artefak/relik suci, inilah yang melatari pemakaian Cawan Suci sebagai simbol mukjizat dan keajaiban di dalam Fate/Stay Night.
Di Universe Fate sendiri, ada lebih dari satu Cawan Suci (yang berhasil diidentifikasi gereja sebanyak 726 buah) dan yang salah satunya adalah milik Jesus, namun Holy Grail yang diperebutkan di Fuyuki pada Fate/Stay Night maupun Fate/Zero bukanlah milik Jesus, namun cawan suci yang merupakan ritual dari Third Magic yakni Heaven's Feel (nanti akan dijelaskan bagaimana konsep Magic di Fate).
Ritual Third Magic ini diprakarsai oleh tiga keluarga penyihir yang sepakat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama mereka, yakni mencapai Root atau Akasha (konsep seperti ini mungkin jarang terdengar di kehidupa nyata kita, karena juga dunia mereka berbeda dengan dunia kita). Singkatnya adalah, Akasha itu permulaan dari segala sesuatu di alam semesta Fate, menyamai kedudukan tuhan dan kebermulaan (akar dari segala hal). Tiga keluarga penyihir yang dimaksud adalah Einzbern, Tohsaka, dan Makiri (yang kemudian mengganti namanya menjadi Matou). Keluarga Makiri menyumbangkan sistem Master dan Servant serta menciptakan Command Seal (mantra perintah), keluarga Tohsaka menyumbangkan properti tanahnya di Jepang yang cocok dengan ley line sihir (yang kemudian di masa modern tanah itu berkembang menjadi kota Fuyuki), dan Einzbern akan menyiapkan wadah/vessel untuk Cawan Suci-nya.
Tujuan asli dari ritual " Holy Grail War " atau Perang Cawan Suci adalah untuk memulihkan kembali Third Magic yang hilang dari keluarga Einzbern, "Cup of Heavens". ~ STIN - Sekolah Tinggi Ilmu Nasuverse *note : Cup of Heaven adalah nama lain untuk Heaven's Feel
Third Magic Heaven's Feel memungkinkan penggunanya untuk mematerialisasikan jiwanya, perwujudan jiwa, menghentikan pemudaran jiwa yang tak terhindarkan begitu penggunanya terlepas dari dunia (mati), pengguna akan memperoleh energi sihir yang tidak terbatas karena jiwa mereka menjadi abadi. Intinya ini adalah magic yang mewujudkan keabadian sejati tanpa harus mengorbankan tubuh mentalmu untuk kembali ke Akasha (Root).
Posisi Magic (Sihir) Sebagai Kekuatan di Fate Series
Dunia Fate series tidak bisa dilepaskan dari unsur sihir (magecraft/magic) dan peran serta penyihir (magus/magician). Walaupun bergenre magic dan supernatural, bisa dibilang konsep sihir di Fate berbeda dengan karya lainnya seperti Harry Potter, di Fate sendiri sihir dibedakan menjadi dua yakni True Magic dan Magecraft (Thaumaturgy), dan penggunanya pun dibagi dua menjadi Magician/Sorcerer and Mage/Magus.
Definisi dari Magecraft adalah mewujudkan apa yang mungkin melalui sains (fisika) dengan cara yang supernatural. Inilah yang membedakan Magic dengan Magecraft, Magic adalah sihir mukjizat yang mustahil untuk dilakukan sains. True Magic atau sihir yang dipakai Sorcerer adalah kelas misteri tertinggi yang melampaui Magecraft dan semua ilmu sains pada zaman Age of Human. Para magus harus selalu menyelimuti dirinya dalam misteri, agar menjaga praktik sihirnya tetap kuat. Untuk melakukan sihir, diperlukan energi sihir yang disebut dengan Mana.
Sihir yang dipakai Rin Tohsaka, Emiya, dan penyihir-penyihir modern lainnya dikategorikan sebagai Magecraft (sihir praktis), sedangkan kekuatan Kaleidoscope man (Kischur Zelretch Schweinorg) adalah True Magic (sihir murni) tipe Second Magic.
Fate jelas memiliki pembagian urutan kekuasaan yang jelas di dalam setiap universe-universenya, distribusi kuasa adalah hal yang harus konsisten agar tidak terjadi plot hole ditengah cerita. Berpusat pada Holy Grail sebagai kekuasaan maha tinggi yang memanggil Servant untuk tiap Master yang berkompetisi hingga titik darah penghabisan, demi menentukan siapa yang berhak sebagai pemenang. Dalam hal ini jelas Grail-lah yang memilih pemenangnya, namun itu terjadi setelah hanya satu servant yang tersisa dan Master pemilik servant terakhir itulah yang dipilih grail menjadi pemenangnya yang akan dikabulkan permohonannya (sama seperti konsep Battle Royal).
Berbicara soal Servant, sudah tahu belum apa itu servant? Servant di dalam dunia Fate adalah roh pahlawan (Heroic Spirit) dari masa lampau ataupun masa depan yang dipanggil ke masa sekarang untuk saling bertempur memperebutkan hak cawan suci. Servant ada karena pengaruh sihir dari Holy Grail yang mematerialisasikan rohnya dalam wujud jasmani, pada dasarnya Servant adalah roh orang yang sudah mati sehingga tubuh fisiknya hanyalah rekayasa sihir, dan roh orang tersebut bukan orang sembarangan namun pahlawan, orang yang berjasa dan dikenang oleh orang banyak atas aksi heroiknya. Namun yang perlu diperhatikan lagi, jika servant yang dipanggil ke medan perang Holy Grail tersebut bukanlah roh asli milik pahlawan tersebut, itu hanyalah salinan (copy) dari roh pahlawan yang asli di Throne of Heroes/tempat para roh-roh pahlawan berada di Nasuverse. Tambahan lagi, yang berperang tersebut hanyalah salinan dari jiwa pahlawan yang sudah mati, jadi pada kasus yang normal, orang yang belum mati tidak dapat dipanggil menjadi Servant, kasus ini terjadi pada Merlin dan juga Scathach (kecuali pada kasus Grand Order, Fate series itu memang banyak pengecualian).
Magus sendiri memiliki andil yang besar di dalam perputaran dunia Fate, bahkan mereka punya instansi khususnya seperti Mage's Association yang berpusat markas di London, Clock Tower serta Atlas Academy yang merupakan cabang ilmu alkimia dari asosiasi penyihir.
Selain para Magus, kekuatan besar lainnya pada dunia Fate adalah dominasi Gereja Suci (Holy Church) pada praktik operasi perburuan orang-orang sesat. Holy Church adalah sebuah kelompok tersembunyi dari gereja katolik roma yang berfungsi memburu para ahli bidat/orang-orang sesat. Mereka memiliki hubungan yang cukup erat dengan praktik sihir para majus, sehingga mereka dijadikan pengawas dalam ritual Holy Grail War. Salah satu anggotanya adalah Kotomine Kirei yang menjadi master Assassin di Fate/Zero dan juga master dari Lancer di Fate/Stay Night.
Pesan yang Ingin Disampaikan
Saya rasa, karya-karya Fate memiliki amanah dan pesan moral yang sangat mendalam yang ingin disampaikan setiap pengarangnya (author), terlebih lagi ini adalah seinen yang memang pasarnya menyasar orang-orang dewasa sehingga alur ceritanya lebih rumit dan berat.
Amanah seperti apa itu arti dari kehidupan, orang-orang yang mencari makna dari kehidupan, apa sesungguhnya arti dari keadilan dan kebenaran itu sendiri. Sangat-sangat filosofis dan bisa dibahas dari segi filsafat, dari setiap ideologi-ideologi karakternya seperti Emiya Kiritsugu yang condong ke paham utilitarianisme (segala sesuatu dilihat dari segi kegunaan dan efisiensi kebendaan maka itu benar), dan masalah-masalah mental yang dialami oleh karakter seperti Kotomine Kirei yang tersiksa dengan dirinya yang hanya bisa bahagia saat melihat penderitaan orang lain, ia tahu itu bila itu salah dan mencoba menolaknya sekeras mungkin sampai ia sadar telah menjadi orang lain yang bukan dirinya, ia tahu jika itu dosa namun jiwanya menyukainya dan di sisi lain ada Emiya Shirou yang menemukan kebahagiaannya dari membantu orang lain namun pada tahap yang sangat ekstrim, ia lebih rela mengorbankan dirinya sendiri demi orang lain, saking parahnya dan berlebihannya ia dalam menjalankan idealismenya. Ini terjadi karena Shirou mengalami trauma dan PTSD, gangguan mental antara lain survivor disorder dan low-self worth, yang pertama itu merasa bersalah sebagai satu-satunya orang yang selamat dari tragedi Fuyuki di Fate/Zero dan yang kedua merasa bahwa harga dirinya tidak berharga, tidak adil bagi dirinya untuk merasa bahagia, dan hanya bisa merasa bahwa ia pantas hidup saat menolong orang lain.
Penggambaran Kepribadian Emiya Shirou di Fate
Berikut ini sebagai gambaran betapa kompleksnya Fate itu, saya berikan tanggapan dan komentar dari beberapa sepuh kritikus anime fate di FB
Oleh Izul Izuru
Ilustrasi oleh Izul Izuru
Satu hal yang bener-bener gw sayangkan dari adaptasi anime Fate Stay/Night itu betapa mereka ngebutcher karakter Shirou Emiya. Goodness lord, it’s really fucking sad, such a shame. Sampe sekarangpun gw tiap malamnya selalu bangun dengan keringat dingin basah dan kata “Njir sayang banget betapa mereka memperlakukan karakter Shirou di animenya.” terngiang-ngiang di kepala gw.
Yang membuat Fate Stay Night menarik, setidaknya bagi gw, salah satunya adalah inner monologue/karakter Shirou. Di luarnya, Shirou itu keliatan bodoh dan cetek, serta naif, apalagi dia ga pernah bener-bener ngutarain apa yang dia pikirin. Tapi ketika lu mengintip ke dalem inner mindnya dia, lu bakal dapet kesan yang jauh berbeda dari karakter dia. Ini pengalaman yang gw dapetin sendiri setelah ngebaca VN Fsn. Sayangnya, hal ini ga bisa dirasakan oleh penonton animenya. Ini karena, animenya motong 90% karakter Shirou, yang dasarnya bertumpu pada inner monologue dia dan membuatnya menjadi karakter yang ceroboh, membosankan, bodoh, naif, dan datar seperti papan cardboard.
Padahal nyatanya, karakter Shirou Emiya lebih dari itu. Dia itu hasil dari insiden fuyuki, personifikasi dari penyakit mental yang dihasilkan oleh insiden itu. Total dari betapa seringnya Shirou dapet PTSD flashback tiap kali insiden itu disebutin ga bisa dihitung lagi make jari di tiap rutenya. Dia itu punya banyak penyakit mental, penyakit mental inilah apa yang mendorong tiap tindakan yang diambilnya.
Secara cannon, penyakit mental yang dimiliki Shirou itu diantaranya; Survivor Guilt, Post Traumatic Stress Disorder, Panic attack, Self-deappreciation, Low Self-Worth dan Hero Complex. Akibat semua penyakit mental itu, Shirou sering merasa hampa secara konstan. Dia selalu merasa ga adil kalau cuma dirinya sendiri yang selamet dari insiden kebakaran Fuyuki dan terus-terusan nyalahin dan ngerasa ga pantes selamet, dan ga adil apabila dia memprioritaskan kepentingannya diatas kepentingan orang lain. Rendahnya self-worth dia juga ngebuat dia ngerasa kalau harga dia cuma jatuh ketika dirinya nyelametin/ngebantu orang lain, ngerasa kalau “ngebantu orang lain” itu adalah imbalan baginya. Hingga ketitik dimana dia ga ragu ngorbanin diri dia demi orang lain.
Dia juga keras kepala banget masalah beginian. Padahal orang-orang di sekitarnya sering meringatin dia kalau cara hidup dia itu salah. Tapi masih aja kekeh. Meskipun dia tahu betul kalau idealismenya itu mustahil untuk bener-bener dicapai.
Di rute Fate, Shirou ga tegaan dan selalu ngerasa ga pantes diselametin terus-terusan sama Saber. Dia ga tahan ngeliat orang lain ngorbanin diri demi keselamatan dirinya. Lagi, ini disebabkan oleh Survivor Guilt dan Low-Self Worth nya Shirou. Padahal Saber jauh lebih kuat dan capable dari Shirou, tapi tetep aja, Shirou bener-bener ga tahan ngeliat orang lain terluka cuma demi nyelametin nyawanya. Akibatnya Shirou terus-terusan ngelempar diri dia ke dalam medan pertempuran dan akhirnya hampir mati lagi dan lagi.
Di UBW, Archer berkali-kali menekankan kepada Shirou bahwa betapa salah dan hipokritnya cara hidup Shirou. Kalau apabila dia terus begini, dia akan menyesal di kemudian hari. Shirou sadar betul kalau apa yang dikatakan Archer benar, tapi dia merasa kalau ada keindahan di cara hidup yang dia ambil. Dia mengakui kalau cara hidupnya dan idealismenya memang penuh hipokrasi, tapi menolak untuk sepenuhnya membuang idealisme itu. Shirou akan mencari jalan tengan dan terus berusaha mencari cara mewujudkan idealismenya, terlepas dari betapa mustahilnya itu.
Bonus: Inget pas di UBW Shirou diculik Caster dan diselametin sama Archer? Waktu itu Shirou di animenya keliatan kayak orang geblek dan keras kepala karena ga pengen diselametin Archer. Di VNnya, sebenrnya diberi konteks atas tindakan Shirou berkat inner monolog dia. Ini kasusnya mirip seperti di rute Fate. Shirou kepengennya Archer fokus ngelawan Caster tanpa memperdulikan keselamatan Shirou. Dia ngerasa dengan Archer nyelametin dirinya, dia menjadi beban, apalagi dia ga kepengen nyusahin Archer lebih dari yang seharusnya. Di anime konteks inner monolog ini dipotong.
Di Heaven’s Feel, Shirou ngebuang idealisme dia, tetapi bukan berarti penyakit mental dia udah hilang, meski kondisi penyakit mental dia lebih baik daripada di rute-rute lainnya berkat cara hidup dia yang lebih egois. Walaus begitu, sepanjang HF dia terus-terusan punya debat di pikirannya, denial kalau Sakuralah pelaku dari pembantaian di Fuyuki tiap malamnya. Dia bahkan pernah nyoba ngebunuh Sakura, tapi ga sanggup karena betapa berharganya Sakura bagi Shirou. Dia masih kepengen jadi pahlawan, tapi bedanya disini dia cuma menjadi pahlawan demi orang-orang yang disayanginya.
Keseluruhan, Shirou ngerasa dirinya ga pantes ngerasa bahagia, sementara orang-orang lainnya mati di insiden kebakaran fuyuki. Seolah, dia merasa kalau dirinya menari diatas mayat-mayat mereka. Jadi selama itu masih terukir di kepala Shirou, dia bakal terus-terusan dibebani penyakit-penyakit mental ini.
Hal ini, disadari oleh Kirei. Kirei sadar kalau dia dan Shirou itu dua sisi koin yang sama. Sementara Kirei ga bisa bahagia tanpa melihat penderitaan orang lain, Shirou ga bisa bahagia tanpa melihat kebahagiaan orang lain. Kirei sadar kalau yang dia lakuin itu salah, sebab itulah dia menganggap dirinya sebagai pendosa, di sisi lain, Shirou ngerasa kalau dirinya yang berhasil bertahan hidup sementara orang lain mati adalah sebuah dosa, sebab itulah dia menganggap dirinya sebagai pendosa.
Paralel antara keduanya ini sering dibuild up di VNnya dan akhirnya payoff di final battle Heaven’s Feel. Dan ini ngebuat lu sadar kalau penulisan karakter Shirou itu sama kuatnya dengan karakter Kirei, yang dimana disukai oleh banyak fans.
Tetapi sekali lagi, sayangnya penonton anime tidak bisa merasakan ini. Hell, gw bahkan ngeliat review di myanimelist dari anime only yang dimana dia ngebash dan manggil Shirou total idiot dan muji-muji Kirei. Really dude? They are a same type of character. Apalagi sampe ngomong kalau Nasu itu penulis yang jelek, padahal dia ga pernah nyoba ngebaca karyanya Nasu. Ironisnya lagi Kirei itu karakter ciptaan Nasu. Mungkin dia mikirnya kalau Kirei itu dibuat oleh Urobuchi (Fate Zero), padahal yang om Urobuchi lakuin cuma nekanin karakter Kirei berdasarkan informasi yang tersedia di Fate Stay Night.
Intinya, such a waste of potential. Also, that’s it see ya.
Edit:
Yang bilang kalau karakter Shirou di anime sama aja, bullshit. Kesan yang lu dapet dari Shirou anime itu cuma tokoh protagonist shounen generic. Lu mungkin dapet gist kalau ada yang ga beres sama kepala Shirou, tapi ga dapet informasi keseluruhannya. Jadinya kesan lu ke Shirou juga ga bagus bagus amat
Oleh Lukman, dari Grup FB Fate Series Indonesia
WARNING! Post ini mengandung Spoiler untuk Fate/stay night [Réalta Nua] Visual Novel.
Oke sebelum gw mulai review gw mau meluruskan sesuatu.
Pertama, kalian gak harus baca visual novel fate/stay night kalo kalian gak punya waktunya, karena kalian memang harus punya komitmen untuk duduk dan baca fate/stay night selama 100 jam lebih, dan kalo kalian memang ingin ngehabisin waktu 100 jam lebih untuk baca fate/stay night silahkan tapi perlu diingat kalo gapernah ada official translation untuk fate/stay night realta nua adanya cuma fan-translation dan setau gw gaada fan-translation yg Bahasa Indonesia.
Kedua, semua ini cuma pendapat gw pribadi jadi kalau gw mengatakan sesuatu yg sedikit menyinggung gw minta maaf dan kalo kalian gak setuju atau kurang setuju dengan pendapat gw ya itu terserah kalian karena kalian juga pasti punya pendapat kalian masing-masing. Ya jadi intinya Viewer Discretion is HIGHLY Advised.
Ketiga, gw berencana untuk buat review ini jadi 3 part masing-masing untuk setiap rute dan gw akan post review untuk rute Heaven’s Feel seminggu setelah fan screening Fate/stay night Movie: Heaven’s Feel III. spring song tayang di Indonesia.
--------------------------------------------------------------------------
Preface:
Fate/stay night [Réalta Nua] adalah versi all-age yang dirilis pada tahun 2007 untuk PlayStation 2 oleh TYPE-MOON yang dibuat oleh Kinoko Nasu dan Takeshi Takeuchi, dan untuk versi [Réalta Nua] for PC sendiri ada patch khusus yang bisa kalian tambahin seperti Opening dan Soundtrack dari versi PSVITA sama 18+ patch termasuk dengan uncensored patch dari versi original di tahun 2004. Fate/stay night sendiri bisa dibilang cukup panjang karena punya word count sebanyak 820,595 kata dan butuh waktu sekitar 100 jam lebih untuk nyelesain semuanya.
Cerita dari visual novel ini berpusat di dalam kehidupan Main Character kita Emiya Shirou dan salah satu ketiga Love Interest nya dari setiap rute (bisa Saber, Rin, atau Sakura), Visual novel ini punya 3 rute yaitu Fate, Unlimited Blade Works, dan Heaven’s Feel, di original release dari Fate/stay night di tahun 2004 semua rute ini ada dalam 1 game yang harus kalian baca dalam urutan Fate, UBW, dan Heaven’s Feel, jadi untuk bisa baca UBW kalian harus selesai baca Fate route dlu baru bisa lanjut dan begitu juga untuk Heaven’s Feel. Tapi dalam versi [Réalta Nua] setiap rute terpisah dan kalian bisa baca secara acak, walapun gw saranin baca secara berurutan sih, jadi urutan bacanya harus Fate dlu, terus UBW, baru Heaven’s Feel. Setiap rute menawarkan cerita, konflik, dan bahkan karakter yang berbeda yang gaada di rute lain, pilihan kalian menentukan kelanjutan cerita dan kalau kalian salah pilih bisa berujung di bad end, tapi yang bikin Fate/stay night unik adalah setiap kalian dapat bad end ada satu segmen yang namanya Tiger Dojo di mana kalian dikasih saran untuk bisa ngelanjutin game tersebut, ada 5 ending yang tersedia di Fate/stay night dengan tambahan 40 Tiger Dojo dan kalau kalian bisa dapet semua 40 Tiger Stamp dari Tiger Dojo kalian bakal dapet ending tambahan.
Seperti yg gw bilang gw bakal ngebahas setiap rute satu-persatu dan penting untuk diketahui kalo Fate Route itu dianggap sebagai rute pertama di novel ini karena rute ini berfungsi sebagai pengenalan yang baik selain dari Chapter Prologue terhadap world building dan masing-masing karakter yang muncul di visual novel ini. Karena kalian harus baca visual novel ini secara berurutan bisa dibilang setiap rute itu progress dari pengembangan karakternya Shirou dan karakter lain yang muncul karena setiap rute punya cara yang berbeda untuk menunjukan siapa mereka sebenarnya, tapi idealisme milik Shirou lah yang jadi overall focus selama kalian menjalani ceritanya. Fate Route mengangkat idelismenya dan berfungsi sebagai perantara saat menangani masalahnya, UBW mulai mendalami dan mempertanyakan idealisme tersebut, dan Heaven’s Feel memberikan situasi di mana idealismenya tidak berguna sama sekali.
--------------------------------------------------------------------------
Fate Route menceritakan hubungan antara Shirou dengan Saber dan juga kekurangan mereka masing-masing yang diceritakan dengan kesan yang simple dan upbeat dari semua rute, jika premis dari cerita visual novel ini adalah anak sma yang ga sengaja manggil servant dan ikutan dalem battle royale buat dapetin cangkir ajaib yang bisa mengabulkan permintaan maka Fate adalah rute yang paling sedikit menyimpang dari premis ini karena yang menjadi inti cerita dari Fate adalah Battle Royale di HGW itu sendiri sampai sekitar pertengahan cerita di mana muncul plot twist yang mengubah seluruh cerita di rute ini. Mau itu pertarungan antar servant, drama, komedi, dan hal-hal lain yang terjadi, rute ini memainkan ceritanya cukup simple karena merupakan bagian awal dari novel bahkan Shirou sama Saber pergi kencan, ya walaupun bikin cringe tapi kencan ini jadi bagian yang penting dalam perkembangan karakter dan cerita di rute ini. Bisa dibilang kalo Fate adalah rute yang memainkan genre Slice of Life paling banyak dibanding dengan 2 rute yang lain dan hal ini menunjukan bagaimana sebagian besar karakter disempurnakan.
Setiap rute memberikan informasi yang berbeda tentang siapa saja karakter-karakter tersebut selama kalian menjalankan cerita, ibaratnya seperti kalian mengupas bawang, semakin kalian kupas semakin muncul karakteristik dari setiap karakter yang ada di visual novel ini, tapi karena Fate adalah rute pengenalan dari seluruh visual novel kita hanya bisa melihat base dari karakter-karakter tersebut kecuali Shirou dan Saber yang menjadi fokus utama di rute ini. Rin adalah karakter yang pintar, mahir dalam sihir, dan juga pemberani yang berperan untuk memberi tau dasar-dasar dari sihir yang ada di visual novel ini, Illya loli yang mencoba membunuh MC kita adalah anak kecil yang bisa dibilang jahil, punya ikatan yang kuat dengan Berserker nya, dibesarkan sendirian tanpa orang tua di kastil terpencil sampe-sampe gatau mana yang benar mana yang salah, Kirei pendeta yang terlihat berwibawa tapi mencurigakan as fuck, Shinji yang kelakuannya goblok, Sakura yang ga banyak tingkah di rute ini, dan Taiga yang jadi sumber comedic relief dan lain sebagainya. Ini adalah rute di mana comedic slice of life moments memungkinkan para karakter untuk mengekspresikan diri mereka paling banyak, bebas dari drama yang ada dan memungkinkan para pembaca untuk sepenuhnya terbiasa dengan perspektif yang kebanyakan diceritakan di Fate/stay night, perspektif dari MC kita Emiya Shirou.
Bagian ini mungkin adalah bagian yang paling membedakan source material dengan adaptasi animenya. Fate biasanya menggunakan narasi sudut pandang orang pertama untuk menjelaskan isi kepala dari karakter tertentu, walalupun memang biasanya menceritakan cerita dari perspektif Shirou tapi terkadang bisa berpindah ke perspektif karakter lain seperti saat chapter Prologue, hal inilah yang membuat adaptasi anime Fate/stay night dari studio manapun gapernah bisa menggambarkan pemikiran karakter sebaik visual novel itu sendiri. Gw akan pertegas di post pertama ini, Shirou itu bukan karakter sampah. Shirou di anime emang digambarkan sebagai karakter yang gegabah, cringe, bodoh, dan gapernah mikir konsekuensi dari aksinya dia, tapi itu semua beda di visual novel karena ada banyak monolog Shirou yang gabisa di adaptasi di anime karena akan membuat anime nya jadi terlalu banyak monolog dan terkesan membosankan, apalagi untuk orang Indonesia yang minat bacanya rendah banget. Ada banyak keuntungan dari Text-Based Medium salah satu nya adalah bisa menjelaskan sesuatu secara detail mau sepanjang apa pun itu, inilah hal yang gabisa diadaptasi menjadi anime, monolog dan pemikiran dari karakter tertentu sehingga kita menilai sifat dan karakteristik dari seorang karakter berdasarkan dari animenya doang dan bukan dari source materialnya juga, seperti yg gw bilang tadi Shirou di anime digambarkan sebagai karakter yang gegabah, cringe, bodoh, dan gapernah mikir konsekuensi dari aksinya yang sebenarnya adaptasi anime nya gagal untuk menangkap dan menggambarkan bagaimana pemikiran dan mental health seorang Emiya Shirou agar para penonton mengerti dengan hal-hal yang dia lakukan, sesuatu yang visual novel ini gambarkan dengan sangat baik. Seorang YouTuber Daniel Santos membuat video berkenaan dengan topik ini jadi gw saranin kalian nonton video itu untuk lebih mengenal Shirou nanti gw kasih linknya.
Tapi karena perbedaan ini Shirou yang kita kenal di anime bukan Shirou yang kita kenal di VN, anime Shirou adalah protagonist idealistik yang generik di mana dia bilang dia gaakan pernah menyerah sedangkan VN Shirou adalah remaja yang idealistik, traumatis, dan bermasalah secara psikologis dengan harga diri yang sedikit atau bahkan gaada sama sekali, yang harus meyakinkan dirinya untuk move on dari kejadian yang dialaminya waktu kecil. Manusia hampa yang hanya dapat menemukan tujuan untuk hidup dan merasa seperti manusia ketika membantu orang lain dan tidak peduli jika dia hidup atau mati sebagai akibatnya. Secara teknis anime Shirou dan VN Shirou adalah karakter yang identik dan melakukan hal yang kurang lebih sama, tapi yang membedakan mereka adalah perspektif di mana dia dicirikan atau karakterisasinya, di novel para pembaca dapat masuk ke dalam benak Shirou jauh lebih banyak daripada di anime, dan yang membuat gw kaget adalah pas dia kena PTSD pas pertengahan cerita di rute Fate. Nasu bener-bener pengen pembaca VN nya untuk tau kalo Shirou itu gabisa hidup kalau dia ga berpegang teguh dengan idealisme miliknya itu dan bagaimana dia merasa hancur ketika dia gagal, ga cuma di rute ini tapi di rute lain juga. Dia memiliki Survivor’s Guilt yang sangat besar hingga dia sering merasa bahwa dirinya bukan lagi manusia, cita-cita dan idealisme yang ia terima dari ayahnya yang sekarat akhirnya membentuk kepribadiannya sampai pada titik di mana idealismenya telah menjadi dirinya sendiri.
Dia bahkan memaksakan idealisme dan keegoisannya pada Saber, dia gak ingin Saber terluka walaupun itu udah jadi hal yang wajar bagi servant, dia bakal mengorbankan dirinya untuk melindungi Saber dan berujung ke akhir yang kurang menyenangkan dan kadang-kadang dia bahkan bisa dianggap borderline misogynistic, tapi itu semua karena Shirou ingin melindungi Saber. Ini juga merupakan tujuan dari rute Fate untuk menentukan siapa Shirou itu ketika dia pindah ke rute lain karena Shirou lah yang akan diuji secara maksimal dari semua karakter yang ada, Shirou adalah perwujudan dan kemudian dekonstruksi eksploritif dari karakter pahlawan tanpa pamrih atau Seigi no Mikata, tapi bagaimanapun juga Saber lah yang menjadi panggung utama di rute ini, dan apa yang kita miliki ini adalah kisah cinta antara dua orang terluka yang saling menyembuhkan satu sama lain secara metaforis dan terkadang secara harfiah dan menemukan cara mereka sendiri untuk beralih dari masa lalu mereka yang bermasalah. Sebenernya plot nya lebih dari ini seperti hubungan dengan Rin dan Illya yang bakal punya peran yang lebih di rute selanjutnya dan juga eksplorasi dari sihir yang berlaku di novel ini, tapi pada akhirnya kisah cinta Shirou dan Saber lah yang jadi sumber utama dari perkembangan karakter mereka dan menjadi patokan dari keseluruhan tema tersebut. Menurut gw hubungan Shirou dan Saber adalah hubungan yang paling positif di Fate/stay night, hubungan mereka berdua dan perkembangan nya adalah perkembangan karakter yang besar untuk mereka berdua, hal yang bermula dari cinta pada pandangan pertama bagi Shirou berubah menjadi konflik dramatis yang mulai menggali kedalam kerentanan dan kemunafikan lahir dari motivasi mereka masing-masing saat dia melewati sosok mulia yang idealis dan menemukan orang yang terluka di bawahnya, dan perkembangan mereka adalah tentang mendamaikan konflik mereka di mana yang satu ingin membatalkan masa lalu dan yang lain ingin yang lain untuk bergerak melampauinya.
Saber yang nantinya diumumkan sebagai raja Arthur adalah sosok dari tragedi yang besar, cita-citanya sendiri yang merupakan raja yang sah menjadi bumerang untuk dirinya sendiri yang menghasilkan pemberontakan dan pertumpahan darah sehingga dia mengharapkan Holy Grail untuk membatalkan pemilihan gelarnya dan meminta orang lain untuk menggantikan dirinya menjadi raja, dengan melakukan ini ia berharap itu akan mencegah kehancuran yang sama yang terjadi ketika dia memerintah sebagai raja, yang memang mulia dan berprinsip. Jika cita-citanya membawa kehancuran kenapa tidak menghindarinya sepenuhnya, buat orang lain menjadi raja mungkin mereka akan melakukan hal yang lebih baik.
Akan tetapi pemikiran miliknya ini malah menimbulkan banyak pertanyaan, bagaimana dia bisa tau jika raja yang lain tidak akan memerintah Camelot dengan cara yang sama atau bahkan lebih buruk? Apakah terjamin bahwa kerajaannya tidak akan mengalami kehancuran? Terlebih lagi bukankan dia hanya memberikan tanggung jawabnya kepada orang lain dan apakah akhirnya raja yang lain itu akan memiliki akhir yang sama sepertinya?
Jika diposisikan seperti ini kemuliaan dari permintaannya yang ingin menghindari kehancuran dengan cara mengubah sejarah bertentangan dengan keegoisan yang tampaknya tidak disadari oleh Saber untuk sebagian besar plot dan tentu saja Shirou mempermasalahkan hal ini, fakta bahwa dia ingin menyingkirkan masalahnya dan memberikannya kepada orang lain untuk ditanggung sangat mengejutkan dan didorong oleh cinta dan cita-citanya Shirou berusaha untuk meyakinkan Saber untuk meninggalkan masa lalunya.
Akan tetapi kemunafikan Shirou cukup jelas saat kalian membaca novel ini, hal ini dibuat jelas bagi para pembaca dan bahkan kepada Saber sendiri bahwa Shirou juga belum bisa meninggalkan masa lalunya sendiri dan terbukti bahwa cita-citanya bisa menyebabkan kehancurannya sendiri seperti halnya Saber dan membuat keduanya berbanding terbalik dengan cara idealisme yang menghasilkan tragedi, dan tragedi lain menghasilkan idealisme.
Pada dasarnya inti dari konflik tersebut ada dalam ikatan mereka bukan karena salah satu dari mereka benar, tapi karena mereka berdua egois. Bahkan jika Saber membatalkan pemilihan raja, itu tidak akan mengubah fakta bahwa dia hanya akan memberikan tanggung jawab kepada orang lain dan akhirnya menderita tetapi bahkan jika Shirou meyakinkannya untuk melanjutkan dan menerima kegagalannya di masa lalu dan hidup untuk dirinya sendriri bersamanya kebahagiaan mungkin tidak bisa dijamin karena penyesalannya sendiri.
Dan bahkan kita sebagai pembaca diberi tau bahwa Saber tidak seperti Heroic Spirit lainnya, Saber yang muncul di HGW ke-4 dan ke-5 bukanlah salinan dari roh raja Arthur, melainkan raja Arthur itu sendiri yang berada di masa lalu dan dalam keadaan sekarat, muncul sebagai servant setiap ada kesempatan untuk mendapatkan Holy Grail, jiwanya literally menjelajahi waktu sebagai servant dan kembali lagi ke masa lalu di mana dia sedang ada dalam keadaan sekarat dan dia ditakdirkan untuk melewati semua hal itu sampai dia akhirnya mendapatkan Holy Grail. Bagaimana cara Shirou untuk menyelamatkan Saber dari penderitaannya mengingat berapa lama waktu yang ia habiskan dan berapa banyak hal yang telah ia lakukan untuk mendapatkan Holy Grail tanpa membuatnya merasa bahwa semua usahanya berakhir sia-sia, tetapi semua itu berubah saat Saber dan Shirou berhadapan dengan King of Heroes himself, Gilgamesh.
Saat mereka mulai bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama mereka sadar bahwa ada hidup mereka lebih dari apa yang mereka inginkan atau yakini. Salah satu hal yang gw suka dari rute Fate adalah keberadaan Avalon, sarung pedang Excalibur yang lama hilang yang bukan hanya berfungsi sebagai sumber dari kemampuan pemulihan diri mereka tetapi sebagai simbol dari hubungan mereka berdua, dalam Arthurian Legend Avalon digambarkan sebagai surga atau utopia dan kemampuan penyembuhan Avalon tidak akan berfungsi jika Saber tidak ada di dekat orang yang memilikinya, karena Avalon ditanamkan ke dalam tubuh Shirou oleh Kiritsugu hal itulah yang membuat Shirou dapat bertahan hidup dari insiden kebakaran 10 tahun lalu dan Shirou tidak bisa menyembuhkan lukanya jika tidak berada di dekat Saber dan begitu juga sebaliknya, dan ini menunjukan aspek metafor dari hubungan mereka bahwa mereka membutuhkan satu sama lain, bukan hanya untuk menyembuhkan luka di tubuh mereka tetapi untuk menyembukan luka di hati mereka juga dengan cara menemukan tujuan baru untuk tetap menjalani hidup.
Saber belajar dari Shirou bahwa masih ada banyak hal di hidupnya selain tugasnya sebagai seorang raja dan kegagalannya di masa lalu dan Shirou menemukan alasan baru untuk menjealani hidup, dia ingin membuat Saber bahagia dan saat mereka tau bahwa HG telah terkontaminasi oleh Angra Mainyu the Embodiment of Evil itself keinginan Saber untuk mengubah masa lalu telah menghilang yang ada hanyalah terus melangkah maju ke depan.
Mereka tersesat dan hancur saat sendirian, dengan bersama mereka mampu menghadapi kesulitan baik di dalam maupun di luar diri mereka masing-masing, mengatasi kekurangan mereka sendiri dan mengatasi musuh mereka sendiri. Dan menurut gw itu adalah pesan yang bagus saat berhadapan dengan cerita romance yang kaya gini, itulah yang menentukan rute Fate secara keseluruhan, dengan tema mengatasi kekurangan pribadi tidak sendirian tetapi sebagai tim adalah apa yang membuat ikatan antara Shirou dan Saber bergema dalam cahaya positif. Ini bukanlah cerita dari 2 karakter yang menjadi lebih baik sebagai manusia, melainkan 2 orang yang mengisi kekosongan di dalam diri mereka masing-masing, memperkuat keinginan dan pandangan hidup mereka.
Dengan versi Realta Nua mereka nambahin apa yang bisa dibilang epilog yang paling indah yang pernah gw baca, jujur waktu pertama gw baca Last Episode dari Fate/stay night Realta Nua gw nangis dan itu ekslusif di versi Realta Nua. Sebagai pengantar, rute Fate punya komedi, drama, dan semua plot twist yang membuat misteri yang bagus tapi itu juga memberikan kisah yang bisa berdiri sendiri sebagai sebuah cerita yang benar-benar kuat, kisah dari seorang Master dan Servant yang berakhir dengan dua orang menemukan apa yang telah mereka lewatkan sepanjang waktu.
Tambahan :
Jika pada universe Fate/Apocrypha Shirou tidak mengalami PTSD dan hidup bersama keluarga aslinya karena insiden Fuyuki juga tidak pernah terjadi secara HGW keempat tidak ada. Rin fokus pada magecraft kung-fu daripada sihir permata. Dan alih-alih diadopsi keluarga Matou, Sakura bersama keluarga Edelfelt, sehingga pengaruhnya ia memiliki gaya tertawa Ojou-sama 'ohohoho', dia bersama Luvia ada dalam satu tim gulat yang sama. Tiga-tiganya (Sakura, Rin dan Shirou) terlibat hubungan cinta segitiga romcom.
Daftar Pustaka & Referensi :
- Nugrahadi, Gemilang. 2016. "[Celebrity Sunday] TYPE-MOON (Nasu Kinoko & Takashi Takeuchi)" http://jurnalotaku.com/2016/01/24/celebrity-sunday-type-moon-nasu-kinoko-takashi-takeuchi/ diakses pada 24 Juni 2021
- Izul Izuru postingan di Facebook https://web.facebook.com/Izul.Izuru/posts/3722107274581616 diakses pada 28 Juni 2021 (Postingan Izul Izuru sendiri diunggah pada tanggal 17 April 2021)
- Wikipedia "Survivor Guilt" https://en.wikipedia.org/wiki/Survivor_guilt#:~:text=Survivor%20guilt%20(or%20survivor's%20guilt,%2C%20often%20feeling%20self%2Dguilt. diakses pada 28 Juni 2021
- https://www.kaskus.co.id/show_post/000000000000000425061697/1221/-
- https://www.quora.com/How-does-Magecraft-work-in-the-Fate-series-Nasuverse


Post a Comment
Post a Comment